Sosial
Rabu, 15 Februari 2017 - 07:58:36 | tabah-riyadi / Sorot Magelang

Jadi Viral di Medsos, Mbah Urip Dapat Bantuan Puluhan Juta
Jadi Viral di Medsos, Mbah Urip Dapat Bantuan Puluhan Juta
Mbah Urip saat menerima bantuan pemerintah.

Borobudur,(sorotmagelang.com)--Warga Kabupaten Magelang mendadak dihebohkan dengan kondisi seorang warga Dusun Tuksongo II, Desa Tuksongo RT 02/05, Kecamatan Borobudur yang ditemukan tergeletak di atas tanah di dalam rumahnya. Kondisi Mbah Urip akhir-akhir ini menjadi perbincangan setelah apa yang dialaminya diungga oleh seseorang di media sosial.

Dalam video berdurasi 45 detik tersebut diceritakan bagaimana Mbah Urip menjalani kehidupan dalam kondisi sakit. Usai menjadi viral, Camat Borobudur, Nanda Cahya Pribadi segera mendatangi kediaman Mbah Urip.

"Kami segera mendatangi lokasi dan membawa Mbah Urip dan suaminya yang bernama Mbah Martono menuju RSUD agar mendapatkan perawatan," ucap Nanda, Selasa (14/02/2017).

"Sebetulnya mereka berdua sudah sakit-sakitan selama dua tahun terakhir namun tdak mendapatkan perawatan selayaknya maka dari itu segera kami bawa ke rumahsakit, dan dipastikan biayanya gratis karena mereka memiliki KIS," imbuhnya.

Sementara itu kondisi rumah mbah urip yang tidak jauh dari pusat wisata internasional yang tampak rapuh. Dengan perabotan alakadarnya dan lantainya masih berupa tanah menggugah rasa kemanusiaan sebagian orang. PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur bersedia membongkar dan memperbaiki rumah Mbah Urip dengan anggaran sebesar Rp 45 juta.

"Kami melakukan proses renovasi dan kami targetkan dalam jangka waktu satu minggu kedepan sudah selesai sehingga saat Mbah Urip dan suami kembali dari rumah sakit sudah bisa di tempati," kata Direktur Utama PT TWC, Edi Setijono.

Sementara itu salah satu tetangganya Murtini menuturkan bahwa Mbah Urip yang hanya tinggal berdua dengan suaminya tersebut. Mbah Urip pernah memiliki tiga anak namun semuanya telah meninggal dunia. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-harinya kedua pasangan lanjut usia tersebut mendapatkan uluran tangan para tetangga.

"Saya tidak tega melihat kondisi simbah selama ini, kasihan sekali tidak ada yang merawatnya. Kami para tetangga setiap setiap dua hari sekali datang menengoknya dan memandikannya," ungkapnya.

"Kemarin terdengar suara simbah yang menyebut-nyebut istigfar berkali-kali sambil menggigil, setelah itu warga berbondong-bondong datang untuk memberi pertolongan. Saat saya masuk kedalam rumah simbah sudah tergeletak di atas tanah dan tidak pakai baju," imbuhnya.

Berita Terkait :