Peristiwa
Selasa, 14 Februari 2017 - 06:18:33 | tabah-riyadi / Sorot Magelang

Ada Oknum Bermain, Bangunan Akhirnya Dibongkar
Ada Oknum Bermain, Bangunan Akhirnya Dibongkar
Space Iklan
Pembongkaran warung dibantu petugas

Magelang Selatan,(sorotmagelang.com)--Tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), sejumlah bangunan yang ditempati oleh sejumlah pedagang di kawasan Sidopoto lebih tepatnya di depan RSJ dr. Soerojo Magelang terpaksa dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Magelang, Senin (13/2/2017).

Pembongkaran serupa juga telah dilakukan pada minggu lalu dengan diawali surat pemberitahuan dan pendekatan humanis. Pasalnya bangunan semi permanen tersebut berdiri di atas tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana memaparkan bahwa dalam pembongkaran kali ini dilakukan sendiri oleh pemilik bangunan dengan dibantu oleh anggota Satpol PP. "Sebelumnya yang bersangkutan memang meminta waktu satu minggu untuk pembongkar bangunan," ucapnya.

Untuk menunjukkan sikap humanisnya pihaknya juga mengantarkan material bangunan, beserta isinya, ke rumah masing-masing pemilik dengan menggunakan kendaraan Satpol PP. Bangunan tersebut memang baru berdiri sekitar 2 bulan yang lalu, namun karena memang tidak memiliki izin maka telah kami peringatkan.

Kendati demikian menurut pengakuan masyarakat dirinya memang sudah memiliki izin dari PT. KAI, namun saat dikonfirmasi oleh pihak Pemerintah Kota Magelang mereka memang tidak mengantongi izin dari PT KAI.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak PT KAI yang berada di Yogyakarta, dari pihak PT KAI mengaku tidak pernah mengeluarkan izin," bebernya.

Namun pihaknya juga tidak menutup kemungkinan ada salah seorang oknum yang memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat dalam masalah ini. "Dari pengakuan warga memang ada seorang oknum yang bermain di sini, mereka dipungut biaya agar dapat menggunakan tanah milik PT. KAI," ungkapnya.

"Mereka sebetulnya tidak ada niatan untuk melanggar aturan, namun hanya karena ketidaktahuan saja sehingga dimanfaatkan oleh salah seorang oknum," imbuhnya.

Berita Terkait :


HOT NEWS