Hukum & Kriminal
Kamis, 05 Januari 2017 - 19:45:53 | abdul-ghofar / Sorot Magelang

Insiden Teror Bom Ternyata Bernuansa Politis
Insiden Teror Bom Ternyata Bernuansa Politis
Gus Yusuf saat dimintai keterangan perihal bom.

Tegalrejo,(sorotmagelang.com)--Pelaku teror bom di Tegalrejo, HF diduga beraksi kriminal lantaran dikecewakan Yusuf Chudlori, pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo.

Menurut penuturan Yusuf Chudlori, pelaku tidak terima dan merasa tidak dihargai. Terlebih pada saat HF mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, merasa tidak didukung. Gus Yusuf, sapaannya, bercerita bahwa kejadian tersebut sudah terjadi pada 2004 silam. Saat itu pelaku HF mejabat sebagai pimpinan sebuah partai politik.

"Jika ada perasaan sakit hati terlebih pada pribadi yang pada waktu itu (HF) menjabat sebagai Ketua DPC PKB. Dia berniat untuk mencalonkan sebagai anggota legislatif," katanya, Kamis (05/01/2017).

Dijelaskan, keputusan yang tidak mendorongnya menjadi calon legislatif waktu itu lebih karena mekanisme partai, bukan keputusan pribadi. Apalagi proses penjaringan di internal partai ada calon lain yang lebih pas dan layak.

"Sek sabar lah, nunggu nanti pas ada gilirannya. (Yang sabar lah, nunggu saat gilirannya)," imbuh dia.

Lantaran batal mencalonkan diri, pelaku kecewa dan akhirnya pindah ke partai lain.“Saya pikir sudah selesai dan saya waktu itu sudah mengizinkan. Saya juga menganggap hal biasa, karena itu hak pribadi," paparnya.

Ia berpendapat, kekecewaan tersebut bernuansa politis. Setelahnya, kata Gus Yusuf, HF dan dirinya masih merasa dekat sebagai teman dan beberapa kali saling tukar pikiran.

"Namun sisi lain masih ada calon lain yang dianggap lebih bisa dipertahankan dulu oleh partai," lanjutnya.

Meskipun begitu, Gus Yusuf memaafkan atas insiden tersebut. "Atas perbuatannya saya memaafkan dan menganggap ini adalah kecelakaan," pungkasnya.

 

Berita Terkait :